its not about destination

its not about destination
kamogawa river

Senin, 30 Juni 2014

Goes to JungleLand Bogor!!

Ketika di tanya, "Kamu nggak pake softlens buat farewell party?" "Enggak,, duitnya udah ke Jungle Land"
Yupp!! hari Jumat kemaren saya ke Jungle Land, salah satu wahana seperti Dufan mini di daerah Sentul, Bogor. Mumpung ada promo Jumat Heboh, bagi mahasiswa rantau seperti saya hanya ada dua pilihan, beli barang yang diinginkan atau menghabiskan buat jalan2. Kali ini saya pilih yang kedua, buat ke Jungle Land.
Setelah googling dan sempat galau naik apa ke Jungle Land akhirnya diputuskan untuk menggunakan transpakuan. Berangkat dari Dramaga bersama kawan tpb saya, Bilyan, jam 8 pagi kami naik angkot ke Baranangsiang, dari Botani kemudian naik Transpakuan. Halte Transpakuan dapat ditemukan di samping Mall Botani Square, depan hotel Fave. Menuju Belanova, dengan tarif 5000 per orang dan jarak tempuh tidak mencapai 10 menit. Saya baru tahu kalau Belanova itu dekat sekali fufufuu... Dari Belanova ada mobil jemputan JungleLand gratis, dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. 
Tarif masuk Jungle Land adalah
  • Weekday (Senin-Jumat) pukul 10:00 - 18:00 | Rp 150 ribu/orang
  • Weekend (Sabtu-Minggu) pukul 10:00 - 19:00 | Rp 200 ribu/orang
    Jam Operasional Downtown
  • Minggu - Kamis pukul 10:00 - 20:00 
  • Jumat - Sabtu pukul 10:00 - 22:00
     sumber: jungleland.co.id
Menurut saya Jungle Land lebih diperuntukkan untuk wisata keluarga dan anak karena permainan yang tersedia kebanyakan untuk anak-anak, hanya 3-5 wahana yang diperuntukkan untuk orang dewasa, dan terdapat dua permainan yang belum siap dibuka, masih dalam tahap pembangunan. selain itu teralu banyak lokasi yang dibangun sebagai tempat berkumpul atau beristrahat rombongan maupun keluarga. Sejak mulai buka hingga jam 4 sore kami hanya bisa mencoba 3 wahana karena terpotong istirahat sholat jumat (saat jumatan permainan ditutup sementara karena kebanyakan penjaganya laki2 dan antrenya sangat panjaaaang untuk satu wahana). Untuk kembali ke Belanova, mobil penjemput telah siap di depan pintu masuk, sehingga tidak perlu repot mencari. Sekedar info, mobil jemputan beroperasi pukul 10.00 - 18.00. Sebelum maghrib kami telah sampai di Botani, sambil menunggu macet reda (tiap sore Bogor macet, apalagi jalan menuju Dramaga) kami menunggu di Gramedia yang kebetulan saat itu sedang ada diskon, akhirnya hunting buku sekalian :D

Walking around

Yuhuuuu.....
Kali ini saya kedatangan teman SMA saya dari Jogja, yup! Lahir dan besar di Jogja membuat saya merasakan ruh kota yang mulai pudar ini. Lulus SMA saya putuskan untuk keluar dari zona nyaman saya dan mencoba merantau ke Bogor. Kalo ditanya orang kenapa nggak kuliah di Jogja saja? selalu saya katakan bahwa saya bosan, saya ingin melihat sesuatu yang berbeda di luar sana.
Padahal tidak jauh dari rumah saya terdapat beberapa kampus yang cukup besar, jarak 500 meter dari rumah saya pun sudah ada akademi kesehatan dan universitas swasta yang laris mahasiswa dari luar daerah.
Setelah merantau kini saya bisa merasakan kekangenan saya pada kota kecil saya, menghirup aroma Jogja setiap turun dari kereta yang membawa saya pulang ke rumah :)
Menurut saya Jogja dan Bogor sama sama punya sesuatu, yaitu sama sama punya istana presiden hehe..
Naahh saya bertanggung jawab buat ngajak jalan temen saya inii, karena latar belakang dia ke Bogor adalah karena minggu depan pengen ikut saya ke Bandung. So saya putuskan untuk mengajaknya ke Monas dan Kota Tua Batavia

Kami berangkat dari stasiun Cilebut jam dua siang lebih. Berangkat dari Cilebut karena teman saya ini menginap ditempat saudaranya di Cilebut.
Tiba di stasiun Juanda jam tiga lebih, kemudian kami keluar dan naik jembatan penyebrangan, setelah itu menyusuri jalan di samping sungai menuju monas. Di sepanjang jalan itu banyak tempat makan, nggak sengaja liat Ragusa ice cream (Langsung nget pernah baca di inet katanya ni eskrim udah dari jaman belanda)

sesampainya di Monas, teman saya langsung ngajak balik -___- padahal kan uda jalan kaki jauuhh jauuhh malah langsung ngajak balik. Akhirnya kami mampir di ice cream Ragusaa,, dan karena hari minggu jadi tempatnya penuuuhh sesak dan terasa agak pengap, beda dengan yang digambarkan di artikel
Ada menu ice cream spagheti yang bikin mupeng, tapi kami hanya pesan chocolate sundae dan durian #maklum mahasiswa :))
Karena saking penuh tempatnya, akhirnya kami makan icecream seharga 20 ribu dan 17 ribu tadi di pinggir jalan, tapi kami tetap bahagia kog :))
Selesai makan eskrim kami jalan kembali ke Stasiun Juanda untuk menuju Kota tua. Sesampainya di stasiun ternyata ada gangguan KRL,, huhuuuu stelah menimbang nimbang, akhirnya kami putuskan untuk naik busway. Jujur saja saya nggak pengalaman naik busway, untungnya itu hari minggu jadi busway nggak penuh. sesampai di halte beli tiket ke Kota, masuk palang pintu tanya lagi, saya sampai tanya tiga kali karena nggak ngerti gimana jalur busway hhe
Ternyata kami disuruh turun halte harmoni dulu, naah dari situ kami naik lagi yang jurusan kota
.........ummmm lama kami mengamati denah transjakarta #tetep nggak ngerti
.........pindah tempat
.........ngamatin orang
.........tanya orang 'kalo mau ke harmony naik ini ya teh?' #ada bus datang 'iya' #langsung naik
Loh si teteh kog gak naik?!!
#udah di dalem bus
tanya ke petugas jaga pintu, a' ini ke harmony? 'bukan, ini ke grogol' "nggak lewat harmony?" "kalo mau ke Harmonny turun halte setelah ini aja, terus naik bus kuning kalo nggak abu" "hooo yaa,, maksiih a'"
Turun di halte selanjutnya,, kemudian kami naik bus kuning dan turun di halte Harmony
setelah menunggu hampir 20 menit, akhirnya kami naik bus gandheng dua menuju Kota :D, padahal kalau dari stasiun Juanda ke Kota naik KRL nggak ada 10 menit juga uda nyampe kota -.-

Yaaaa kota tua,, salah satu daya tarik Jakarta, kota tua ramai di sore hari apalagi hari sabtu minggu. Hari itu kota penuh dengan orang jualan dan pengunjung, selain itu juga ada penampilan seperti pantomim, patung yang bisa melayang, ondel-ondel, ataupun orang dengan kostum hantu, ada juga penampilan noni belanda. Ba'da maghrib kami duduk dipelataran Museum Fatahillah, sekedar bertukar kabar karena lama tidak bertemu. Setidaknya teman saya pernah menginjakkan kaki ke kota tua Jakarta :P
Jogja itu kota penuh pertunjukkan,, jadi jika hanya sekedar tempat seperti ini di Jogja juga ada #upss namun suasana kota tua tetap paling dapet di Batavia. Saya sendiri lebih suka ke pertunjukkan budaya dan seni, yang tidak bisa saya dapatkan jika di Bogor huhuhuuu

Hari selanjutnya kami berencana berkinjung ke Kebun Raya Bogor. Ini adalah ke tiga kalinya saya berkunjung ke Kebun Raya jadi lumayan nggak bingung kalo liat peta. Di Kebun Raya ada beberapa spot yang bisa dilihat selain pohon pohon tinggi besar dengan akar mencuat dari tanah, salah satu spot yang wajib anda kunjungi adalah Griya Anggrek, karena tempat itu cantik sekali dikala anggrek anggrek bermekaran. Ada juga cafe de Daunan, saya siih belum pernah masuk, terdapat padang rumput luas di depan cafe, nggak seluas padang rumput di Kebun Raya Cibodas sih, tapi cukuplah untuk menyegarkan mata. Setelah itu kami mencoba mencari jembatan gantung yang terhubung dengan Taman Meksiko.
Tiga kali ke Kebun Raya selama kurun waktu tiga setengah tahun, belum pernah sekalipun saya lihat bunga bangkai haha sediihh... pasti nggak pas dengan musim mekarnya. Googling dari internet, bunga rafflesia di kebun raya bogor mekar untuk pertama kalinya setelah 81 tahun itu tanggal 2 Juni 2010 dan mekar untuk yang ketujuh kalinya pada tanggal 2 Januari 2014 kemaren, sayang sekalii saya nggak tahu huhuuu, semoga tahun depan bisa lihat lah yaaa

Pukul 17.00 Kebun Raya tutup, karena kami agak kesorean jadi tidak sempat mengunjungi Museum Zoologi yang masih di dalam kawasan Kebun Raya. Selanjutnya kami mencari sesuatu untuk mengganjal perut, kebab! Kebab favorit saya ada di sebelah mall BTM, saya lupa nama kebabnya namun patut deh mencoba kebab super yang besarnya selengan orang dewasa. Kedai kebabnya buka di depan Bank BRI, di jalan turunan samping mall BTM kalau berniat mencari.

Kamis sore kami bertolak dari Bogor menuju Bandung. Kami menuju terminal Baranangsiang, di Baranangsiang sangat mudah mendapatkan bus menuju Bandung, Hampir setiap 30 menit sekali bus menuju Bandung tinggal landas. Setelah membeli asinan, kemudian kami naik bus.  Perjalanan Bogor-Bandung dapat ditempuh selama 3 jam (normal), namun bisa mencapai 5 jam jika masuk musim liburan. Di tengah perjalanan kami melihat pelangi, saya rasa dimanapun pelangi akan selalu terlihat indah :)

Hampir empat jam perjalanan akhirnya kami sampai di Bandung, turun dari bus kemudian kami naik angkot menuju Kalappa dengan ongkos 4 ribu rupiah per orang, dan dilanjutkan naik Kallapa Dago dengan ongkos yang sama.  Kami turun di samping kampus ITB. Yup!! kami ke Bandung mengunjungi kawan yang sedang menempuh gelar sarjananya di ITB.
Bandung memiliki daya tarik sendiri sebagai kota wisata, suasana yang sejuk, banyak wisata kuliner, wisata alam, dan wisata belanja mungkin adalah beberapa diantaranya.
Salah satu wisata belanja yang kami kunjungi adalah kawasan Gede Bage, pusat barang ekspor impor. Dengan uang 60 ribu saya bisa mendapatkan 5 potong barang, tergantung bagaimana kita melakukan tawar menawar. Bukan karena tidak mampu beli baru, namun terkadang baju bekas  ini terlihat lebih fashionable dan tidak pasaran tentunya, tinggal bagaimana kita memilah saja :D. Oya disana juga banyak loh barang ber merk asli yang harganya super duper murah.

Pada akhirnya saya harus kembali ke Bogor dan teman saya pulang ke Jogja. Sampai jumpa lagi kawaaaan....
a gift

Bogor 1 Juli 2014
Ketika enggan menoleh skripsi

Jumat, 11 April 2014

KITA

Teruntuk Sahabatku yang teramat Aku  Sayangi

Tahun tahun berlalu, tak terasa enam tahun lebih aku mengenalmu..
Selalu ada malam malam itu, malam dimana derai tawa tiada henti
malam beratapkan langit penuh bintang
Selalu ada sore sore itu, sore dimana senyum tak pernah lepas dari bibir
sore dengan sinar matahari senja mengintip di sela sela daun pepohonan
Selalu ada siang siang itu, siang dimana saling bertukar pikiran untuk masa depan
siang dengan mentari terik diatas dan segelas es teh kantin ditangan

Hari yang telah kita lewati mungkin tak kan semua teringat,,,
namun gambar gambar yang tersimpan rapi di laptop maupun medsos akan selalu mengingatkan
dimana kita pernah berada dalam mimpi mimpi itu
kini mungkin telah berubah,
namun kau tau? kami selalu berada disisimu, kapanpun itu dan bagaimanapun itu

Mungkin kau mengira mimpi mimpimu telah lenyap
Tidak!!
Mimpi itu akan tetap menggantung dan kau tetap bisa menggapainya
Seperti puncak gunung yang selalu kita daki,
selalu ada jalan untuk mencapainya karena hanya hatimulah yang mampu meyakinkanmu untuk mencapainya
Be brave

Kami bahagia untukmu, untuk calon keluarga kami, semoga dia tumbuh menjadi manusia yang tangguh seperti engkau :)
Calon keluarga kami, yang juga akan mencintai tanah ini dengan sepenuh hati

We Love You

Minggu, 30 Maret 2014

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka

Setiap orang yang menulis pasti mempunyai sumber rujukan, untuk itu diperlukan daftar pustaka agar kita tidak dianggap sebagai orang yang plagiat. Berikut adalah tata cara penulisan Daftar Pustaka menurut Institusi tempat di mana saya menuntut ilmu.
sebenarnya ada banyak tipe penulisan tergantung dari jenis sumber rujukan (cetak/elektronk, jenis buku, jurnal, artikel, prosiding,tesis, skripsi,disertasi,  berapa jumlah penulisnya, ada tidaknya editor dll). tapi saya akan mencantumkan beberapa jenis sumber yang biasa digunakan. 

Penulisan dapus yang bersumber dari buku ditulis dengan format
Nama penulis [atau editor]. Tahun terbit. Judul buku. Tempat terbit (kode negara): Nama penerbit.

Penulisan dapus yang bersumber dari artikel berkala ilmiah
Nama penulis. Tahun terbit. Judul artikel. Nama Berkala Ilmiah. Volume(edisi):halaman. nomor doi.

Penulisan dapus yang bersumber artikel atau jurnal dari internet
Nama penulis. Tahun terbit. Judul artikel. Nama Berkala Ilmiah (edisi) [internet]. (tanggal diperbaharui, tanggal [diunduh tahun bulan tanggal]; Volume (terbitan): lokasi. Catatan

Penulisan dapus yang bersumber dari skripsi
Nama penulis. Tahun terbit. Judul [jenis tulisan]. Kota(kode negara): Institusi

contoh: Noviana H. 2013. Tata Cara Penulisan. Yogyakarta (ID): Penebar Press.
contoh: Istiqomah H. 2014. Limbah ulat sutera sebagai bahan pakan [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Jika penulis lebih dari satu, maka diberi tanda koma (,) diantara nama penulis. Jika jumlah suku kata nama penulis lebih dari tiga maka tetap ditulis nama belakang saja diikuti singkatan nama depan dan tengah
contoh: Ridwan Juanda Prandega dan Kini Setra Padma ditulis menjadi
Prandega RJ, Padma KS. 2013. Tata Cara Penulisan. Yogyakarta (ID): Penebar Press.
kutipan dalam kalimat ditulis (Padma, Prandega 2013)
Penulisan judul jurnal, skripsi, tesis, disertasi, artikel ditulis hanya pada awal kalimat saja yang memakai huruf kapital. Jika judul buku maka setiap suku kata memakai huruf kapital

Bersambung.....

sumber :
Astuti DA, Suhardjito D, Wahyuni ES, Arianti L, Purba M, Hutagaol P, Mandang T, Hadi UK, Nurdiati S, Achmadi S. 2012. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bogor(ID): IPB Press

Kamis, 27 Maret 2014

Di Manapun Matahari Senja

ini adalah tulisan saya  yang saya copas dari catatan FB dengan sedikit perbaikan :) Saya posting sebagai postingan pertama Blog saya hehe.


Siang itu pukul 13.30,, setelah menghabiskan waktu nonton film korea akhirnya saya melangkahkan kaki menuju Pangkot (pangkalan angkot) dan langsung cuuss naik angkot Kampus Dalam (Dramaga) sampai terminal Bubulak, kemudian nyambung lagi angkot 03 ke Terminal Baranangsiang.
Hampir satu jam perjalanan Dramaga - Baranangsiang, sesampainya di terminal saya langsung nyari-nyari bus merah dengan tulisan Agramas Bogor-Karawang, tapi kog gak kliatan yaa....yang jelas terlihat malah bus Bogor-Bandung.. kalo gak inget naik itu bus 40 ribu (sekarang 50 ribu), uda nyampe Bandung dah ni badan -,-
Akhirnya naik bus Agramas, duduknya 3-2 gituu tapi ada AC nya, uda duduk setengah jam belum juga berangkat, semacam lama. Setengah empat bus berangkat juga, nyampe Karawang turun di Badami dan udah jam 6 sore. Setelah  itu naik angkot ke arah Teluk Jambe, dan sampailah di rumah saudaraa saya :D dan saya mau jadi jamur!!

Dua kali ke Karawang PP Bogor – Karawang pasti naik dari Badami dengan bus Agramas. Tapi kali ini agak berbeda, inilah alasan saya nulis # gak penting hahaha
Balik ke Bogornya bareng sama si Om yang sekalian mau apel (Om saya suka ngapelin Pak Presiden ceritanya). Berharap bareng si Om terus nanti diturunin di Baranangsiang (mikir kalo Cikeas itu kan daerah Bogor) jadi nanti tinggal naik angkot 03 gituhh,,, eh kagak ternyata -.-
Setengah lima sore hari Minggu saya dan Om jalan ke depan gang, eh ada yaris merah nungguin :O Naik dah.. Mas-nya yang nyopir pake seragam biru dan sekali lagi entah dimana Mas-nya ini  bekerja saya ndak tau.
Masuk  tol, untuk pertama kalinya lewat tol naik mobil #hina# biasanya naik angkutan umum sihh hahaa.. Aiissh lupa gak bawa minum sama sekalii, berharap nanti di bus ada yang jual.

Sejam berlalu, si Om nunjuk pintu tol "Kalo laki diturunin disitu,, disitu banyak bus ke Bogor, tapi karena udah maghrib jadi disana aja" (nunjuk depan) .
Jadi gak diturunin di pintu tol itu karna saya cewek apa karena uda maghrib Om? –a” .
si Mas: "Naik bus jurusan Kampung Rambutan aja, nanti turun Pasar Rebo.
"Okee Mas.. makasii yaa".
Diturunin pinggir jalan tol. Ditinggal T.T
Kepala nengok kanan, memicingkan mata nyari tulisan Pasar Rebo di bus.
Satu bus lewat,,,
Dua bus,,
Tiga bus,,
Empat bus,,,
Gak ada T.T

Agak geser kanan, memfokuskan mata.
Nahhh ituu diaa :D dan semacam  busnya penuh :O
Berdiri.
Heemm liat depan,, waaww senjaa ^^ mataharinya bagusss sekallliii, kayak kuning telur :O benar benar sempurna! Yah walaupun liatnya sambil berdiri di dalam bus huhuu. Gak bisa ngambil gambar karena bus penuh, barang saya banyak dan saya malu diliatin kalo memfoto :3Saya suka sekali dengan Langit dan Matahari saat Senja :))

kalo ini senja di dekat SMA saya :))

Cawang.... Cawang...
Loh Cawang kan deket rumahnya si Upil, temen sekelas, berarti naik kereta dari sini bisa dong.... (pernah ke Jakarta sekali naik kereta turun di Cawang) tapi gak tau dimana stasiunnya hha.
Busnya jalan terus, dan semacam saya gak tau berada dimana -.- Cuma tau kalo deket Taman Mini Indonesia Indah karena ada angkot jurusan Taman Mini hahaa.. Saya sering nii liat Taman Mini kalo ke Bandung,, liatnya dari Tol maksudnya hhee
Tak lama uda nyampe Pasar Rebo, yang lain turun saya pun ikut turun XD. Jalan mlipir, seinget saya (pas lewat daerah ini waktu menuju Karawang) melihat orang-orang nungguin bus itu di tikungan jalan #terus nyari tikungan jalan
Eh,,, tapi kog pada nyebrang yaa.. ikut nyebrang #hhaha ababil.
Jalaaann. Gak liat bus jurusan Bogor.
Dan kemudian saya memutuskan tanya sama abang tukang jual gorengan, misi mas.. bla.. bla.. bla... semacam mendengar suara assalamualaykum.. assalamualaykum.. kirain apa ternyata mas2 godain eikee.. maaf ya mas saya gak tergoda tuh ahaha...  lanjut ke mas gorengan, oww kesana aja mbak.. (nunjuk jalan sebelum tadi nyebrang)  hahaa okkee mas makasiii ;)
Balik nyebrang lagi.
 'Umm busnya arah dari mana yaaa. Semacam ini ruas jalannya banyak syeekaliii!!
Eh ada bus merah di deket tikungan halte TransJakarta, tiiinnggg BOGOR!! Cepet-cepet nyebrang.. Bapaaakkk tungguuuuuu... !!
Lari..
Lari...
Haappp!! ditangkap sama bapak kernetnya!
Alhamdulillah dapet bus :D
Aseek jam tujuh kurang dah nyampe Bogor.. terus naik angkot 03, turun di lampu merah Laladon, mampir *lfamart dulu beli minum. Dehidrasi. #di Bus gak nemu orang jual minum, padahal biasanya pating sliwer#
Keluar dari Alfam*rt, jalan nyari angkot Kampus Dalam,
Ehh ada yang manggil...
"Komeeh!!"
Yang dipanggil melambaikan tangan heboh hahaa.. temen TPB ternyata...
Naik Kampus Dalam dan sampai kost daahh.. alhamdulillah
Sekian terimakasihh

nb: Tiap perjalanan itu pasti ada sesuatu yang bisa kita lihat dan syukuri, saya beli headlamp 10ribuan di bus entah awet apa enggak hahaa, saya bawa balik nasting, tempat minum, topi lapang, tas karung, baju security, sabuk dan pop mie ( yang kata om saya bisa dijual kalo saya lagi gak punya duit -,- )
Headlampnya masihh awet sampai sekarang (2014) ternyata :D padahal belinya tahun 2012