its not about destination

its not about destination
kamogawa river

Selasa, 01 Agustus 2017

BAckpackerMoon 12 Hari 6 Kota Jepang! part 2

Jalan hemat ke Jepang 12 hari 17jt berdua + Tiket PP (Tips n Itinerary)

Pertanyaan yang sering diajukan adalah habis berapa? 17 jutaan berdua
Udah sama tiket PP berdua? Udah
Pake travel? Enggak, kami jalan sendiri
Kog bisa Cuma habis segitu? Bisa

Ini adalah contoh itinerary kasar yang saya bikin untuk 12 hari di Jepang ke 6 Kota
Tiket PP kami menggunakan maskapai Air Asia yang banyak promo nya, note nggak ada bagasi, jadi kalo mau bawa banyak barang ya nambah biaya lagi
Kami cuma bawa 2 tas daypack dan satu goodiebag, pakai daypack lebih praktis karena kami banyak berpindah ke banyak tempat jadi nggak perlu angkut2 koper, hanya lumayan pegel bawa tas kalo kelebihan muatan. Saat berangkat tas kami nggak lebih dari 7 kg, kog bisa? Padahal pergi hampir 12 hari, bawa dikit cuci ditempat. 
Jadi pak Bos cuma bawa 4 helai kaos, 2 celana panjang dan 1 celana pendek plus jaket. Saya cuma bawa 5 helai baju, 3 celana panjang dan 5 helai jilbab. Baju dalamnya menyesuaikan. Karena disana nggak panas jadi baju nya bisa dipakai lebih lama, terus bisa dicuci kering pakai. Hemat bagasi.

Oya kami juga bawa bekal makanan siap saji seperti indomie dan Indofood cuisine. Disana tinggal beli nasi setengah matang dan telur mentah di supermarket.
Sebelum berangkat saya sudah membuat itinerary termasuk trasnportasi dan cost yang dikeluarkan. Agak ribet sih karena harus mitch n macth jalur kereta dan nanti dipilih yang jatohnya paling murah. Selain transport, pak bos juga nyari hostel2 yang lumayan masuk dikantong untuk kami berdua. Alhasil dapet hostel berikut

Edo Tokyo hostel : Rp 1.250.000/ 4 night/ 2 person
Guest house trip sound: Rp 559.000/ 1 night/ 2 person
J Hoppers Kyoto Guesthouse: Rp 1.274.000/ 2 night/ 2 person
Senba hostel: Rp 933.000/ 3 night/ 2 person
Total : Rp 4.017.000 untuk penginapan
Waktu itu dapat kurs rupiah-yen sekitaran 117-118

Review singkat:
  • Edo Tokyo Hostel penjaganya beberapa ada yang bisa bahasa Indonesia dikit. Bentuknya satu ruangan terdapat 16 bunkbed atas bawah dilengkapi pemanas ruangan, 2 fridge, 1 mini kitchen (microwave dan wastafel), 2 shower room dan 4 toilet. Mesin cuci dan mesin pengering ada di luar (balkon). Untuk sekali mandi harus memasukkan koin 100 ¥ untuk 15 menit, sekali mencuci 100¥, sekali mengeringkan baju 100¥. Bersih, ramah, nyaman
  • Guesthouse Trip Sound terdapat beberapa lantai (lupa). Dekat dengan kiyomizudera. Satu ruangan terdapat 10 bunkbed, dapur cukup lengkap tapi beda lantai, mobilisasi dengan lift. Mandi nggak perlu bayar. Disini hanya semalam jadi nggak ingat apa2
  • J-Hoppers Kyoto Guesthouse hostel paling nyaman, terdapat 5 lantai, mobilisasi pakai tangga aja (bikin cepet kurus). Di sepanjang dinding dari lantai 1 sampai 5 terdapat foto kenangan para pengunjung. Dapat kamar di lantai 5, satu ruangan terdapat 10 bunkbed atas bawah, kitchen dan ruang bersama ada di lantai 3, shower room nggak perlu bayar dan ada di lantai 3, 4. Toilet ada di setiap lantai. Kitchen luas ada tivi dan penyewaan baju, disediakan teh dan kopi (bikin sendiri), ada bumbu2 juga bisa dipakai. Bersih, nyaman, ramah, leluasa
  • Senba Hostel: Terdapat beberapa lantai, lantai 3 female only, lantai 6 kalo nggak salah mix, kitchen dan ruang bersama ada di basement, lebih lengkapnya bisa dilihat di webnya. Bersih.


Tiket kereta

Karena kami multicity dan setelah banyak pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk membeli Seishun 18 Kippu untuk 5 hari. Tiket ini adalah tiket terusan untuk naik seluruh kereta JR local di seluruh Jepang. Kelebihannya, harga tiket lumayan murah yaitu ¥11850 untuk 5 hari (boleh tidak berurutan dan bisa digunakan oleh siapa saja). Kelemahannya, tiket ini hanya dijual 3x dalam setahun yaitu tanggal 20 Februari-31 Maret, 1 Juli-31 Agustus, 1 Desember-31 Desember dan jangka waktu penggunaannya terbatas yaitu berlaku antara tanggal 1 Maret-10 April, 20 Juli-10 September, atau 10 Desember-10 Januari (sumber Jalan2.com). Kemaren pas banget beli di hari-hari terakhir penjualan tiket ini, belinya on the spot dan bisa dibeli di stasiun2 yang ada counter JR nya. Tiket ini bisa digunakan selama 5 hari dan tidak berturut, bisa dipakai lebih dari 1 orang. Jika dipakai 2 orang dalam satu hari maka dianggap sudah dipakai 2 hari. Tiket ini kami gunakan saat menuju Kyoto dan Osaka karena kami berniat mampir ke Toyosato dan Nara dalam perjalanan nanti. Dengan tiket ini kami bisa hemat hampir setengah biaya perjalanan, namun banyak memakan waktu dan perlu pindah pindah jalur kereta. Perpindahan kereta bisa dilihat lebih lengkap di itinerary nya.

Dari Tokyo kami menuju Toyosato, transit di Hikone dan pindah Omi Line, di sini kami membeli OMI One Day Pass seharga ¥880/ person. Kereta punya Omi line ini jadul banget, hanya terdiri dari 2 gerbong kereta, mesin tiketnya pun masih manual ada di gerbong 1 belakang masinis. Jika belum punya tiket penumpang bisa bayar diatas kereta, nanti pas mau turun ngasih duit ke masinisnya. Kami turun di stasiun Toyosato dan jalan kaki dikit menuju Toyotaso elementary school dimana ini adalah latar belakang anime K-ON!. Puas melihat dan foto2 kami balik ke stasiun dan meneruskan perjalanan ke Kyoto, dengan menggunakan Omi line sampai dengan stasiun Omihachiman kemudian pindah ke JR line sampai stasiun Kyoto.

Di Kyoto kami menggunakan Kyoto one day bus pass seharga ¥500 dan bisa dibeli di bapak sopir bus. Cukup hemat 2 hari 2 person ¥2000. Ah iyaa untuk pemberhentian bus disini agak membingungkan karena 1 perempatan punya 4 pemberhentian dengan nama yang sama, harus di searching lagi biar g bingung pas mau naik bus.

Dari Kyoto ke Osaka kami menggunakan tiket Seishun 18 Kippu lagi karena kami mampir Nara, dari Nara kami lanjut ke Osaka. Sampai di Osaka kami langsung menuju ke Tourist Information dan beli Kyoto Osaka Sightseeing Pass seharga  ¥1000/ person. Pass ini hanya di jual di Tourist information yaaa. Kenapa kami memutuskan untuk membeli Kyoto Osaka Sightseeing Pass? Karena pak Bos pengen liat blossom di Kyoto, alhasil nanti hari ketiga di Osaka kami mau balik lagi ke Kyoto buat liat sakura. Untuk hari pertama di Osaka kami jalan dari stasiun ke hotel, kebetulan pas nyampe Osaka dari Nara udah capek, hari kedua di Osaka kami ngeteng beli langsung tiket keretanya, lebih mahal siih tapi nggak papa cuma sehari aja.

Seishun 18 Kippu: ¥11850
Kyoto One Day Bus Pass: ¥2000/ 2 day/ 2 person
Omi Pass: ¥1760/ 1 day/ 2 person
Kyoto-Osaka Sightseeing Pass: ¥2000/ 1 day/ 2 person
Total: ¥17610 ( ± Rp 2.095.590) kurs 119
Biaya diatas belum termasuk transport dari bandara ke Chicibu yang mana sangat mahal dan ke Osaka airport, kemudian akomodasi seharian di Osaka dengan kereta. Total biaya transportasi kami selama di Jepang adalah habis 3jtan selama 10 hari untuk 2 orang.

Makan dan Jajan
Kami sengaja membawa cash limit selama di Jepang, sebelum berangkat kami menukarkan 6 juta rupiah mendapatkan sekitar 50 ribu Yen, uang itu yang jadi bekal kami selama 10 hari di Jepang nanti termasuk untuk biaya trasnportasi. Transportasi sendiri sudah makan setengahnya lebih, jadi kami mesti berhemat untuk makan dan tidak tergoda jajan. Nggak enak siih liburan tapi masih mikir pengeluaran tapi demii bisa pulang dan melanjutkan hidup setelah liburan.
Seperti yang sudah saya tulis, selain bawa bekal dari Indonesia kami mensiasati dengan membeli nasi di sevel or Lawson 100, telur mentah, seafood dan sayur untuk makan malam dan sarapan juga bekal. Ini bisa hemat banget. Asal tahan nggak jajan camilan aja kalo pas jalan2. Selain itu kami juga coba makan ramen yang kalo halal harganya sekitar ¥1000, udon 2 porsi ¥500 - ¥1500 tergantung topping dan tambahannya, wagyu enak halal ¥1000 di Panga Yakiniku. Selebihnya beli seafood dan sushi di supermarket. Total Jajan dan makan kami habis sekitar 3 jutaan

Tiket PP Air Asia Jakarta-Tokyo dan Osaka-Jakarta Rp 7.200.000 / 2 person
Akomodasi 12 selama di Jepang Rp 3.000.000/ 2 person
Makan berdua Rp 3.000.000/ 2 person
Penginapan Rp 4.100.000/ 2 person
Total: 17.300.000/ 12 day/ 2 person

Note: Rajin mencari info
Belanja makanan di lawson 100 atau supermarket lokal
Kalau mau murah ya harus mau repot
Berapapun uang yang dibawa pasti akan habis
kyoto osaka sightseeing pass

Omi one day pass
        
seishun 18 kippu
 






Menuju Toyosato elementary school





Rabu, 19 Juli 2017

Taman Safari Prigen II by Transportasi umum dari Bandara Juanda

Jadi ceritanya mendadak saya diminta untuk mengikuti acara training di kawasan Taman Safari Prigen II, tepatnya di Baobab Resort. Baobab Resort ini merupakan salah satu fasilitas akomodasi yang cukup baru dari manajemen TSI II Prigen dan baru dibuka kurang lebih 4 bulan yang lalu. Untuk menuju TSI II Prigen saya sudah diberi arahan transportasi yang bisa digunakan dari Bandara Juanda. Pesawat saya dari Jakarta pukul 7 pagi, transit di Semarang kemudian lanjut ke Surabaya dan mendarat pukul 9.35 di terminal 1 bandara Juanda. Untuk mencapai TSI Prigen saya harus menuju terminal Purbaya dahulu aka Bungurasih kemudian dilanjutkan naik bus ke arah Malang. Keluar dari pintu, sudah banyak agen yang menawarkan  angkutan untuk menuju destinasi selanjutnya dengan travel ataupun taksi khas bandara. Untuk tujuan ke terminal Purbaya tersedia  Bus Damri yang berada persis di depan pintu keluar bandara, keliatan kog. Tanya saja dengan petugasnya bus yang menuju terminal purbaya. Bus Damri –Terminal Purbaya jadwalnya satu jam sekali dengan tarif 25 ribu rupiah.

Kurang lebih satu jam perjalanan, saya udah nyampai terminal Purbaya. Terminalnya cukup besar dan sudah terintegrasi dengan baik. Dibagian pintu kedatangan terdapat peta terminal. Keberangkatan bus antar kota berada di bagian belakang, dari pintu kedatangan ambil kiri dan ikuti jalan hingga bertemu eskalator. Dari situ naik kelantai dua maka akan terlihat jelas papan petunjuk jalur bus keberangkatan antar kota. Bus menuju Malang berada di jalur 9, tak lama setelah naik bus langsung berangkat. Bus patas ac milik PO Restu ini mempunyai jadwal keberangkatan dari Surabaya dua kali sehari begitu juga dari Malang. Keberangkatan pertama pukul 10.50 (bus yang saya tumpangi) walapun dalam kenyataannya bus berangkat pukul 11.5 but that’s okay.

Karena TSI II Prigen ini terletak diantara Surabaya dan Malang jadi harus bilang ke mas tiketnya untuk menurunkan di Palang Sukoharjo dekat pasar. Sebelum perempatan palang akan terlihat palang gading milik TSI di kanan jalan. Dari perempatan palang agan bisa naik ojeks dengan tarif sekitar 20 ribu. Padahal jarak perempatan palang –TSI hampir 9 km an (dilihat dari google maps) I thinks that’s so cheapy manalagi jalannya naik terus. Untung nggak jadi nawar bapak gojeknya 😀 Perjalanan dengan ojek kira-kira hampir 20 menitan. Pukul 12 lebih saya sudah sampai di Baobab Resort Hotel 😃
Jadi total biaya yang saya keluarkan dari bandara ke TSI Prigen
Tiket bus Damri                                   : 25.000
Tiket bus Surabaya- Malang Patas AC: 25.000
Ojek Palang Sukoharjo-TSI                  : 20.000 +
Total                                                    : 70.000           

Selasa, 11 Juli 2017

Jajan JApan

Tiba tiba ada yang ngewasap nanyain, “ka udah pernah makan udon belum? yang enak yang mana ya?”
Jadi ceritanya kemarin pas trip ke Japan itu hampir tiap hari kami makan udon. Bukan karena kami maniak udon, bukan xd. Jadi karena pak Bos itu aware banget sama kehalalan suatu makan, tapi isterinya pengen banget makan makanan lokal dan juga bajet terbatas, jadilah udon pilihannya. Karena menurut sumber “Katanya” kuah udon itu dibuat dari ikan dan nggak ada unsur daging perdagingannya dan “Katanya” lagi salah satu kedai yang menyajikan udon serta tidak menjual pork adalah kedai Marugame udon. Jadilah habis nyampe hostel yang dicari di maps adalah kedai udon. Rasa udon Marugame di Indonesia dan asalnya nggak beda jauh kog, cuma kalu di Indonesia menu nya lebih variatif, ada kuah ayamnya, ada meatball nya, gorengannya sama, cara penyajiannya sama, sistem kedainya juga sama, yaiyalah wong frenchise.
Sebenarnya biaya makan waktu trip di Japan itu nggak mahal2 amat, sekali makan 300-1000 yen, itu kalau nggak pilih2 makanan.  Tapi kalau mau pasti halalan food harganya minimal 800yen sekali makan, sekitar 80 ribu rupiah. Terdapat beberapa pilihan seperti kedai yoshinoya dengan harga 300-500 yen, tapi pak sayang pak Bos nggak mau L karena nggak pasti kehalalannyaa. Pada akhirnya selain jajan udon, kami juga masak sendiri (saya yang masak, pak Bos mah tinggal makan -.-) Jadi beli nasi yang tinggal ngangetin di microwave itu di Sevel or Lawson, terus beli telur mentah, ikan kalau ada, sama gorengan cumi yang udah diskon XD. Selain itu juga bawa indomie dan Indofood cuisine rendang n kari yang lagi promo di indomrt yang rasanya sangat endeess bumbunya, hanya sayang  isinya kebanyakan kentang daripada daging. LOL

Sekarang banyak aplikasi yang membantu para turis di jepang untuk menemukan kedai yang menyediakan makanan halal, contohnya halal gourmet. Selain makanan, aplikasi tersebut juga dapat membantu mencari pray room.
kami sempat mencicipi ramen ya di dekat sensouji temple, entah kenapa harga ramen bisa dua kali harga udon, mungkin karena ramen kuahnya pake kuah daging bukan ikan. mungkin.
Selain ramen kami juga sempat mencicipi halalan wagyu, nama kedainya Panga yakiniku, ini kedainya ada sertifikat halalnya, jadi kami nggak ragu buat kesitu. Harganya berkisar 900-1500 yen untuk lunch, oiya beberapa kedai makan mengenakan tarif yang berbeda untuk lunch dan dinner. naah Panga yakiniku ini bisa langsung di searching di google yaaa

Panga Yakiniku 900 yen


udon dimana mana

Karena udara dingin jadi rasanya perut minta di isi terus, jadi kalau bisa tetap bawa camilan biar nggak kelaparan dan banyak jajan, Jajan nggak papa siih asal ada uangnya :D

matcha ice cream 300 yen
takoyaki 250 yen
taiyaki isi kacang merah 150 yen

Jajanannya siih enaak,, kantongnya yang nggak enak -_-


Senin, 10 Juli 2017

BAckpackerMoon 12 Hari 6 Kota Jepang! part 1

Berawal dari promo air asia tahun lalu, dapetlah tiket Jakarta- Haneda seharga 1500K, dan Osaka – Jakarta 1700K, berangkatlah kami ke Jepang tanggal 27 Maret – 8 April 2017
Karena tiket promo air asia jadi nggak dapet bagasi n meal, cuma dapet jatah kabin 7kg. Biar nggak kelebihan saat ditimbang di bandara kami sampe bela2in beli timbangan digital, dan ternyata di soekarno hatta nggak ada penimbangan sama sekalii!! nyeseg rasanya, tau gitu tas nya diisi penuh sama makanan fufuffuu.
Untuk menghemat biaya, kami memutuskan ke bandara naik sepeda motor (tinggal di Jakarta Selatan), padahal kalo mau naik damri tinggal ke pasar minggu (PP dua orang damri ke bandara estimasi 200 ribu, belum termasuk ongkos dari kostan ke damri). Naik sepeda motor untuk bensin estimasi 40 ribu, dan biaya inap sepeda motor di bandara 5000/ hari.
Berangkat dari kostan sebelum subuh, sampai di bandara pukul setengah 6, kami langsung sholat subuh di area parkir bandara. Untuk sepeda motor yang menginap tempat parkirnya beda yaa dengan sepeda motor yang tidak inap. Karena sudah check in online jadi kami langsung masuk area imigrasi. Oiya untuk check in online air asia dengan penerbangan transit fly thru, nanti langsung dapet  2 boarding pass. Jadi kami dapat boarding pass JKT-KUL dan KUL-HND. Pesawat take off pukl 08.30 sampai di klia2 pukul 11.00, di klia 2 kami langsung menuju penerbangan antar bangsa, jadi tidak perlu keluar imigrasi karena  boarding pass udah ditangan.
Menunggu penerbangan berikutnya sampai jam 14.30 sambil makan siang. Di main building terdapat banyak lounge namun tidak sesuai fungsi kebanyakan, lounge gym isinya tv yang nayangin olahraga. Di lounge gym tempatnya lumayan nyaman, terdapat beberapa barisan kursi dan tempat yang cukup luas untuk istirahat.

Sampai di haneda pukul 11 malam, kemudian kami langsung menuju mushola yang berada di lantai 3. Untuk masuk ke mushola harus meminta ijin terlebih dahulu kepada petugas melalui mikrofon yang terdapat di sebelah pintu, saya sih cuma bilang, sumimasen, let me use pray room please hha, setelah itu pintu akan terbukaa dan tertutup otomatis. 

Penampakan praying room dengan air panas dingin.

Setiap beberapa menit sekali pasti ada petugas yang datang untuk mengecek pray room, mungkin untuk mengecek barang ketinggalan, keran air yang masih hidup atau ada orang tidur di dalem apa enggak hahaa, dilarang tidur dan istirahat di dalam prayer room yaaa.
Setelah sholat, kami ngider bandara untuk mencari spot tidur dan mie instan di Lawson yang ternyata nggak ada yang halal. Sad. Padahal udah ngidam mie instan banget, saya sarankan untuk bawa popmie dari Indonesia. Akhirnya nemu spot di lantai 1 yang masih ada kursi kosong dan lumayan empuk untuk rebahan.
Pagi subuh Bandara udah ramai bangettss, kami naik lagi ke lantai atas untuk sholat subuh. Untung cuma bawa day pack jadi nggak repot pindah2 tempat bawa barang banyak. Rencananya kami akan mengambil simcard dari NTT Docomo  di post office bandara, yang mana kantornya buka jam 9. Teett pukul 9 tepat kami mencari post office yang kami sangka berada satu building dengan kami, ternyata oh ternyata post officenya ada di terminal 1. Setelah nanya petugas ditunjukkan untuk menuju terminal 1 dengan bus bandara. Nyampe terminal satu, pak Bos langsung ngacir kearah kirii nyari post office, udah nyampe ujung nggak ketemu, balik lagi ke pintu masuk, setelah nanya petugas langsung dianterin ke post office nya. Sumpah nanya kek dari tadi :@. FYI petugas di bandara jepang selalu standby, suka wara wiri, bisa ditanya kapanpun dan pasti akan dijelaskan dan ditunjukkan bahkan diantarkan. Thumbs.  Setelah simcard ditangan, kami balik lagi ke international terminal demi bisa naik kereta yang mana keretanya berangkat jam 10 (detik itu udah ngedumel nggak jelas sama pak Bos kenapa nggak dari tadi ambil simcardnya, kirain udah tau tempatnya jadi sini woles2 aja, kan jadi buru2). 
Entah mengapa tiba2 rencana berubah dari itinerary, yang tadinya mau langsung ke kota ini kami malah naik kereta menuju chichibu dengan perjalanan kereta 3 jam. Maksud dan tujuan ke chichibu adalah napak tilas anime Anohana. Sebenarnya  terdapat penyesalan yang mendalam karena rencana berubah, karena seharusnya kalo ke chichibu seharian dari pagii, ini malah start siangan. Jadi nggak bias ke cover semua tempatnya. Turun di stasiun seibu chichibu, tepat di depan stasiun ada tempat penyewaan sepeda. Tarif peminjaman satu sepeda 300 yen per dua jam. Di tempat persewaan penuh dengan anime anohana, dan kami juga diberi peta latar belakang anohana. Oiya tempat persewaannya tutup jam 4 sore yaa,, syarat nya cuma nunjukin passport ajaa. Sebenarnya di chichibu juga ad ataman, tapi karna udah kesorean jadi nggak sempet kesana. Sedih banget inii udah jauh2 ke chichibu tapi nggak maksimal eksplorenya L

stasiun transit menuju seibu chichibu

selama perjalanan, masih ada salju

pak Bos di depan stasiun seibu chichibu

Tempat penyewaan sepedaa

Anohana bridge

kuil di salah satu scene anohana

Pukul 5 sore kami balik ke Tokyo buat check in hostel dan istirahat. Nama hostelnya edo hostel di daerah Edo Tokyo Hostel. Review hostelnya berbentuk kapsul, bersih, nyaman, anggap rumah sendiri. Untuk mandi dan laundry pakai koin 100 yen, terdapat dapur minimalis (lemari es, beberapa peralatan makan, wastafel dan microwave sahaja).  

NB: untuk semua jadwal dan tarif kereta di seluruh jepang bisa cek di hyperdia.com


Selasa, 22 Maret 2016

Orang Jogja yang memilih merantau lepas SMA

Hal pertama yang paling sering ditanyakan setelah tau saya kawula Jogja adalah,
"Kenapa nggak di UGM?" 
Karena saya bosan lewat jalan itu2 saja dari kecil, kebetulan SMP saya berada di pusat kota, otomatis 3 tahun saya warawiri jalan yang cuma 3 km itu, SMA saya berada di pinggiran kota,, yaah masih lewat situ2 ajaa,, kelas 3 bimbel di Kota Baru, yaa masih lewat situ2 aja. Jogja kecil. Saya bosan.

Hal kedua setelah tau saya aseli Jogja adalah,
"Jogja sebelah mana?"
Secara administratif rumah saya masuk Kabupaten Bantul, namun secara geografis lebih dekat dengan Kota Yogyakarta jadi saya sering jawab dekat Alun-alun!! #itu yang paling gampang menggambarkan rumah saya pada orang luar Jogja dan belum pernah tinggal lama di Jogja.

Hal ketiga ketika tau rumah saya deket alun-alun (nggak deket2 amat jugaa siih, 3km hha) adalah
"Masih keturunan Sultan dong?"
Nggak semua yang rumahnya deket Keraton itu keturunan Kanjeng Sultan  -__-

Pada akhirnya saya merantau jauh dari rumah, jauh dari Jogja, jauh dari tempat yang sekarang saya bisa bilang tempat paling nyaman.
Akhirnya saya bisa merasakan rindu Jogja.
Akhirnya saya bisa merasakan apa yang dirasakan mas Katon.
Akhirnya saya bisa merasakan Jogja adalah rumah, home, tempat kembali.

Senin, 30 Juni 2014

Goes to JungleLand Bogor!!

Ketika di tanya, "Kamu nggak pake softlens buat farewell party?" "Enggak,, duitnya udah ke Jungle Land"
Yupp!! hari Jumat kemaren saya ke Jungle Land, salah satu wahana seperti Dufan mini di daerah Sentul, Bogor. Mumpung ada promo Jumat Heboh, bagi mahasiswa rantau seperti saya hanya ada dua pilihan, beli barang yang diinginkan atau menghabiskan buat jalan2. Kali ini saya pilih yang kedua, buat ke Jungle Land.
Setelah googling dan sempat galau naik apa ke Jungle Land akhirnya diputuskan untuk menggunakan transpakuan. Berangkat dari Dramaga bersama kawan tpb saya, Bilyan, jam 8 pagi kami naik angkot ke Baranangsiang, dari Botani kemudian naik Transpakuan. Halte Transpakuan dapat ditemukan di samping Mall Botani Square, depan hotel Fave. Menuju Belanova, dengan tarif 5000 per orang dan jarak tempuh tidak mencapai 10 menit. Saya baru tahu kalau Belanova itu dekat sekali fufufuu... Dari Belanova ada mobil jemputan JungleLand gratis, dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. 
Tarif masuk Jungle Land adalah
  • Weekday (Senin-Jumat) pukul 10:00 - 18:00 | Rp 150 ribu/orang
  • Weekend (Sabtu-Minggu) pukul 10:00 - 19:00 | Rp 200 ribu/orang
    Jam Operasional Downtown
  • Minggu - Kamis pukul 10:00 - 20:00 
  • Jumat - Sabtu pukul 10:00 - 22:00
     sumber: jungleland.co.id
Menurut saya Jungle Land lebih diperuntukkan untuk wisata keluarga dan anak karena permainan yang tersedia kebanyakan untuk anak-anak, hanya 3-5 wahana yang diperuntukkan untuk orang dewasa, dan terdapat dua permainan yang belum siap dibuka, masih dalam tahap pembangunan. selain itu teralu banyak lokasi yang dibangun sebagai tempat berkumpul atau beristrahat rombongan maupun keluarga. Sejak mulai buka hingga jam 4 sore kami hanya bisa mencoba 3 wahana karena terpotong istirahat sholat jumat (saat jumatan permainan ditutup sementara karena kebanyakan penjaganya laki2 dan antrenya sangat panjaaaang untuk satu wahana). Untuk kembali ke Belanova, mobil penjemput telah siap di depan pintu masuk, sehingga tidak perlu repot mencari. Sekedar info, mobil jemputan beroperasi pukul 10.00 - 18.00. Sebelum maghrib kami telah sampai di Botani, sambil menunggu macet reda (tiap sore Bogor macet, apalagi jalan menuju Dramaga) kami menunggu di Gramedia yang kebetulan saat itu sedang ada diskon, akhirnya hunting buku sekalian :D

Walking around

Yuhuuuu.....
Kali ini saya kedatangan teman SMA saya dari Jogja, yup! Lahir dan besar di Jogja membuat saya merasakan ruh kota yang mulai pudar ini. Lulus SMA saya putuskan untuk keluar dari zona nyaman saya dan mencoba merantau ke Bogor. Kalo ditanya orang kenapa nggak kuliah di Jogja saja? selalu saya katakan bahwa saya bosan, saya ingin melihat sesuatu yang berbeda di luar sana.
Padahal tidak jauh dari rumah saya terdapat beberapa kampus yang cukup besar, jarak 500 meter dari rumah saya pun sudah ada akademi kesehatan dan universitas swasta yang laris mahasiswa dari luar daerah.
Setelah merantau kini saya bisa merasakan kekangenan saya pada kota kecil saya, menghirup aroma Jogja setiap turun dari kereta yang membawa saya pulang ke rumah :)
Menurut saya Jogja dan Bogor sama sama punya sesuatu, yaitu sama sama punya istana presiden hehe..
Naahh saya bertanggung jawab buat ngajak jalan temen saya inii, karena latar belakang dia ke Bogor adalah karena minggu depan pengen ikut saya ke Bandung. So saya putuskan untuk mengajaknya ke Monas dan Kota Tua Batavia

Kami berangkat dari stasiun Cilebut jam dua siang lebih. Berangkat dari Cilebut karena teman saya ini menginap ditempat saudaranya di Cilebut.
Tiba di stasiun Juanda jam tiga lebih, kemudian kami keluar dan naik jembatan penyebrangan, setelah itu menyusuri jalan di samping sungai menuju monas. Di sepanjang jalan itu banyak tempat makan, nggak sengaja liat Ragusa ice cream (Langsung nget pernah baca di inet katanya ni eskrim udah dari jaman belanda)

sesampainya di Monas, teman saya langsung ngajak balik -___- padahal kan uda jalan kaki jauuhh jauuhh malah langsung ngajak balik. Akhirnya kami mampir di ice cream Ragusaa,, dan karena hari minggu jadi tempatnya penuuuhh sesak dan terasa agak pengap, beda dengan yang digambarkan di artikel
Ada menu ice cream spagheti yang bikin mupeng, tapi kami hanya pesan chocolate sundae dan durian #maklum mahasiswa :))
Karena saking penuh tempatnya, akhirnya kami makan icecream seharga 20 ribu dan 17 ribu tadi di pinggir jalan, tapi kami tetap bahagia kog :))
Selesai makan eskrim kami jalan kembali ke Stasiun Juanda untuk menuju Kota tua. Sesampainya di stasiun ternyata ada gangguan KRL,, huhuuuu stelah menimbang nimbang, akhirnya kami putuskan untuk naik busway. Jujur saja saya nggak pengalaman naik busway, untungnya itu hari minggu jadi busway nggak penuh. sesampai di halte beli tiket ke Kota, masuk palang pintu tanya lagi, saya sampai tanya tiga kali karena nggak ngerti gimana jalur busway hhe
Ternyata kami disuruh turun halte harmoni dulu, naah dari situ kami naik lagi yang jurusan kota
.........ummmm lama kami mengamati denah transjakarta #tetep nggak ngerti
.........pindah tempat
.........ngamatin orang
.........tanya orang 'kalo mau ke harmony naik ini ya teh?' #ada bus datang 'iya' #langsung naik
Loh si teteh kog gak naik?!!
#udah di dalem bus
tanya ke petugas jaga pintu, a' ini ke harmony? 'bukan, ini ke grogol' "nggak lewat harmony?" "kalo mau ke Harmonny turun halte setelah ini aja, terus naik bus kuning kalo nggak abu" "hooo yaa,, maksiih a'"
Turun di halte selanjutnya,, kemudian kami naik bus kuning dan turun di halte Harmony
setelah menunggu hampir 20 menit, akhirnya kami naik bus gandheng dua menuju Kota :D, padahal kalau dari stasiun Juanda ke Kota naik KRL nggak ada 10 menit juga uda nyampe kota -.-

Yaaaa kota tua,, salah satu daya tarik Jakarta, kota tua ramai di sore hari apalagi hari sabtu minggu. Hari itu kota penuh dengan orang jualan dan pengunjung, selain itu juga ada penampilan seperti pantomim, patung yang bisa melayang, ondel-ondel, ataupun orang dengan kostum hantu, ada juga penampilan noni belanda. Ba'da maghrib kami duduk dipelataran Museum Fatahillah, sekedar bertukar kabar karena lama tidak bertemu. Setidaknya teman saya pernah menginjakkan kaki ke kota tua Jakarta :P
Jogja itu kota penuh pertunjukkan,, jadi jika hanya sekedar tempat seperti ini di Jogja juga ada #upss namun suasana kota tua tetap paling dapet di Batavia. Saya sendiri lebih suka ke pertunjukkan budaya dan seni, yang tidak bisa saya dapatkan jika di Bogor huhuhuuu

Hari selanjutnya kami berencana berkinjung ke Kebun Raya Bogor. Ini adalah ke tiga kalinya saya berkunjung ke Kebun Raya jadi lumayan nggak bingung kalo liat peta. Di Kebun Raya ada beberapa spot yang bisa dilihat selain pohon pohon tinggi besar dengan akar mencuat dari tanah, salah satu spot yang wajib anda kunjungi adalah Griya Anggrek, karena tempat itu cantik sekali dikala anggrek anggrek bermekaran. Ada juga cafe de Daunan, saya siih belum pernah masuk, terdapat padang rumput luas di depan cafe, nggak seluas padang rumput di Kebun Raya Cibodas sih, tapi cukuplah untuk menyegarkan mata. Setelah itu kami mencoba mencari jembatan gantung yang terhubung dengan Taman Meksiko.
Tiga kali ke Kebun Raya selama kurun waktu tiga setengah tahun, belum pernah sekalipun saya lihat bunga bangkai haha sediihh... pasti nggak pas dengan musim mekarnya. Googling dari internet, bunga rafflesia di kebun raya bogor mekar untuk pertama kalinya setelah 81 tahun itu tanggal 2 Juni 2010 dan mekar untuk yang ketujuh kalinya pada tanggal 2 Januari 2014 kemaren, sayang sekalii saya nggak tahu huhuuu, semoga tahun depan bisa lihat lah yaaa

Pukul 17.00 Kebun Raya tutup, karena kami agak kesorean jadi tidak sempat mengunjungi Museum Zoologi yang masih di dalam kawasan Kebun Raya. Selanjutnya kami mencari sesuatu untuk mengganjal perut, kebab! Kebab favorit saya ada di sebelah mall BTM, saya lupa nama kebabnya namun patut deh mencoba kebab super yang besarnya selengan orang dewasa. Kedai kebabnya buka di depan Bank BRI, di jalan turunan samping mall BTM kalau berniat mencari.

Kamis sore kami bertolak dari Bogor menuju Bandung. Kami menuju terminal Baranangsiang, di Baranangsiang sangat mudah mendapatkan bus menuju Bandung, Hampir setiap 30 menit sekali bus menuju Bandung tinggal landas. Setelah membeli asinan, kemudian kami naik bus.  Perjalanan Bogor-Bandung dapat ditempuh selama 3 jam (normal), namun bisa mencapai 5 jam jika masuk musim liburan. Di tengah perjalanan kami melihat pelangi, saya rasa dimanapun pelangi akan selalu terlihat indah :)

Hampir empat jam perjalanan akhirnya kami sampai di Bandung, turun dari bus kemudian kami naik angkot menuju Kalappa dengan ongkos 4 ribu rupiah per orang, dan dilanjutkan naik Kallapa Dago dengan ongkos yang sama.  Kami turun di samping kampus ITB. Yup!! kami ke Bandung mengunjungi kawan yang sedang menempuh gelar sarjananya di ITB.
Bandung memiliki daya tarik sendiri sebagai kota wisata, suasana yang sejuk, banyak wisata kuliner, wisata alam, dan wisata belanja mungkin adalah beberapa diantaranya.
Salah satu wisata belanja yang kami kunjungi adalah kawasan Gede Bage, pusat barang ekspor impor. Dengan uang 60 ribu saya bisa mendapatkan 5 potong barang, tergantung bagaimana kita melakukan tawar menawar. Bukan karena tidak mampu beli baru, namun terkadang baju bekas  ini terlihat lebih fashionable dan tidak pasaran tentunya, tinggal bagaimana kita memilah saja :D. Oya disana juga banyak loh barang ber merk asli yang harganya super duper murah.

Pada akhirnya saya harus kembali ke Bogor dan teman saya pulang ke Jogja. Sampai jumpa lagi kawaaaan....
a gift

Bogor 1 Juli 2014
Ketika enggan menoleh skripsi