its not about destination

its not about destination
kamogawa river

Rabu, 19 Juli 2017

Taman Safari Prigen II by Transportasi umum dari Bandara Juanda

Jadi ceritanya mendadak saya diminta untuk mengikuti acara training di kawasan Taman Safari Prigen II, tepatnya di Baobab Resort. Baobab Resort ini merupakan salah satu fasilitas akomodasi yang cukup baru dari manajemen TSI II Prigen dan baru dibuka kurang lebih 4 bulan yang lalu. Untuk menuju TSI II Prigen saya sudah diberi arahan transportasi yang bisa digunakan dari Bandara Juanda. Pesawat saya dari Jakarta pukul 7 pagi, transit di Semarang kemudian lanjut ke Surabaya dan mendarat pukul 9.35 di terminal 1 bandara Juanda. Untuk mencapai TSI Prigen saya harus menuju terminal Purbaya dahulu aka Bungurasih kemudian dilanjutkan naik bus ke arah Malang. Keluar dari pintu, sudah banyak agen yang menawarkan  angkutan untuk menuju destinasi selanjutnya dengan travel ataupun taksi khas bandara. Untuk tujuan ke terminal Purbaya tersedia  Bus Damri yang berada persis di depan pintu keluar bandara, keliatan kog. Tanya saja dengan petugasnya bus yang menuju terminal purbaya. Bus Damri –Terminal Purbaya jadwalnya satu jam sekali dengan tarif 25 ribu rupiah.

Kurang lebih satu jam perjalanan, saya udah nyampai terminal Purbaya. Terminalnya cukup besar dan sudah terintegrasi dengan baik. Dibagian pintu kedatangan terdapat peta terminal. Keberangkatan bus antar kota berada di bagian belakang, dari pintu kedatangan ambil kiri dan ikuti jalan hingga bertemu eskalator. Dari situ naik kelantai dua maka akan terlihat jelas papan petunjuk jalur bus keberangkatan antar kota. Bus menuju Malang berada di jalur 9, tak lama setelah naik bus langsung berangkat. Bus patas ac milik PO Restu ini mempunyai jadwal keberangkatan dari Surabaya dua kali sehari begitu juga dari Malang. Keberangkatan pertama pukul 10.50 (bus yang saya tumpangi) walapun dalam kenyataannya bus berangkat pukul 11.5 but that’s okay.

Karena TSI II Prigen ini terletak diantara Surabaya dan Malang jadi harus bilang ke mas tiketnya untuk menurunkan di Palang Sukoharjo dekat pasar. Sebelum perempatan palang akan terlihat palang gading milik TSI di kanan jalan. Dari perempatan palang agan bisa naik ojeks dengan tarif sekitar 20 ribu. Padahal jarak perempatan palang –TSI hampir 9 km an (dilihat dari google maps) I thinks that’s so cheapy manalagi jalannya naik terus. Untung nggak jadi nawar bapak gojeknya 😀 Perjalanan dengan ojek kira-kira hampir 20 menitan. Pukul 12 lebih saya sudah sampai di Baobab Resort Hotel 😃
Jadi total biaya yang saya keluarkan dari bandara ke TSI Prigen
Tiket bus Damri                                   : 25.000
Tiket bus Surabaya- Malang Patas AC: 25.000
Ojek Palang Sukoharjo-TSI                  : 20.000 +
Total                                                    : 70.000           

Selasa, 11 Juli 2017

Jajan JApan

Tiba tiba ada yang ngewasap nanyain, “ka udah pernah makan udon belum? yang enak yang mana ya?”
Jadi ceritanya kemarin pas trip ke Japan itu hampir tiap hari kami makan udon. Bukan karena kami maniak udon, bukan xd. Jadi karena pak Bos itu aware banget sama kehalalan suatu makan, tapi isterinya pengen banget makan makanan lokal dan juga bajet terbatas, jadilah udon pilihannya. Karena menurut sumber “Katanya” kuah udon itu dibuat dari ikan dan nggak ada unsur daging perdagingannya dan “Katanya” lagi salah satu kedai yang menyajikan udon serta tidak menjual pork adalah kedai Marugame udon. Jadilah habis nyampe hostel yang dicari di maps adalah kedai udon. Rasa udon Marugame di Indonesia dan asalnya nggak beda jauh kog, cuma kalu di Indonesia menu nya lebih variatif, ada kuah ayamnya, ada meatball nya, gorengannya sama, cara penyajiannya sama, sistem kedainya juga sama, yaiyalah wong frenchise.
Sebenarnya biaya makan waktu trip di Japan itu nggak mahal2 amat, sekali makan 300-1000 yen, itu kalau nggak pilih2 makanan.  Tapi kalau mau pasti halalan food harganya minimal 800yen sekali makan, sekitar 80 ribu rupiah. Terdapat beberapa pilihan seperti kedai yoshinoya dengan harga 300-500 yen, tapi pak sayang pak Bos nggak mau L karena nggak pasti kehalalannyaa. Pada akhirnya selain jajan udon, kami juga masak sendiri (saya yang masak, pak Bos mah tinggal makan -.-) Jadi beli nasi yang tinggal ngangetin di microwave itu di Sevel or Lawson, terus beli telur mentah, ikan kalau ada, sama gorengan cumi yang udah diskon XD. Selain itu juga bawa indomie dan Indofood cuisine rendang n kari yang lagi promo di indomrt yang rasanya sangat endeess bumbunya, hanya sayang  isinya kebanyakan kentang daripada daging. LOL

Sekarang banyak aplikasi yang membantu para turis di jepang untuk menemukan kedai yang menyediakan makanan halal, contohnya halal gourmet. Selain makanan, aplikasi tersebut juga dapat membantu mencari pray room.
kami sempat mencicipi ramen ya di dekat sensouji temple, entah kenapa harga ramen bisa dua kali harga udon, mungkin karena ramen kuahnya pake kuah daging bukan ikan. mungkin.
Selain ramen kami juga sempat mencicipi halalan wagyu, nama kedainya Panga yakiniku, ini kedainya ada sertifikat halalnya, jadi kami nggak ragu buat kesitu. Harganya berkisar 900-1500 yen untuk lunch, oiya beberapa kedai makan mengenakan tarif yang berbeda untuk lunch dan dinner. naah Panga yakiniku ini bisa langsung di searching di google yaaa

Panga Yakiniku 900 yen


udon dimana mana

Karena udara dingin jadi rasanya perut minta di isi terus, jadi kalau bisa tetap bawa camilan biar nggak kelaparan dan banyak jajan, Jajan nggak papa siih asal ada uangnya :D

matcha ice cream 300 yen
takoyaki 250 yen
taiyaki isi kacang merah 150 yen

Jajanannya siih enaak,, kantongnya yang nggak enak -_-


Senin, 10 Juli 2017

BAckpackerMoon 12 Hari 6 Kota Jepang! part 1

Berawal dari promo air asia tahun lalu, dapetlah tiket Jakarta- Haneda seharga 1500K, dan Osaka – Jakarta 1700K, berangkatlah kami ke Jepang tanggal 27 Maret – 8 April 2017
Karena tiket promo air asia jadi nggak dapet bagasi n meal, cuma dapet jatah kabin 7kg. Biar nggak kelebihan saat ditimbang di bandara kami sampe bela2in beli timbangan digital, dan ternyata di soekarno hatta nggak ada penimbangan sama sekalii!! nyeseg rasanya, tau gitu tas nya diisi penuh sama makanan fufuffuu.
Untuk menghemat biaya, kami memutuskan ke bandara naik sepeda motor (tinggal di Jakarta Selatan), padahal kalo mau naik damri tinggal ke pasar minggu (PP dua orang damri ke bandara estimasi 200 ribu, belum termasuk ongkos dari kostan ke damri). Naik sepeda motor untuk bensin estimasi 40 ribu, dan biaya inap sepeda motor di bandara 5000/ hari.
Berangkat dari kostan sebelum subuh, sampai di bandara pukul setengah 6, kami langsung sholat subuh di area parkir bandara. Untuk sepeda motor yang menginap tempat parkirnya beda yaa dengan sepeda motor yang tidak inap. Karena sudah check in online jadi kami langsung masuk area imigrasi. Oiya untuk check in online air asia dengan penerbangan transit fly thru, nanti langsung dapet  2 boarding pass. Jadi kami dapat boarding pass JKT-KUL dan KUL-HND. Pesawat take off pukl 08.30 sampai di klia2 pukul 11.00, di klia 2 kami langsung menuju penerbangan antar bangsa, jadi tidak perlu keluar imigrasi karena  boarding pass udah ditangan.
Menunggu penerbangan berikutnya sampai jam 14.30 sambil makan siang. Di main building terdapat banyak lounge namun tidak sesuai fungsi kebanyakan, lounge gym isinya tv yang nayangin olahraga. Di lounge gym tempatnya lumayan nyaman, terdapat beberapa barisan kursi dan tempat yang cukup luas untuk istirahat.

Sampai di haneda pukul 11 malam, kemudian kami langsung menuju mushola yang berada di lantai 3. Untuk masuk ke mushola harus meminta ijin terlebih dahulu kepada petugas melalui mikrofon yang terdapat di sebelah pintu, saya sih cuma bilang, sumimasen, let me use pray room please hha, setelah itu pintu akan terbukaa dan tertutup otomatis. 

Penampakan praying room dengan air panas dingin.

Setiap beberapa menit sekali pasti ada petugas yang datang untuk mengecek pray room, mungkin untuk mengecek barang ketinggalan, keran air yang masih hidup atau ada orang tidur di dalem apa enggak hahaa, dilarang tidur dan istirahat di dalam prayer room yaaa.
Setelah sholat, kami ngider bandara untuk mencari spot tidur dan mie instan di Lawson yang ternyata nggak ada yang halal. Sad. Padahal udah ngidam mie instan banget, saya sarankan untuk bawa popmie dari Indonesia. Akhirnya nemu spot di lantai 1 yang masih ada kursi kosong dan lumayan empuk untuk rebahan.
Pagi subuh Bandara udah ramai bangettss, kami naik lagi ke lantai atas untuk sholat subuh. Untung cuma bawa day pack jadi nggak repot pindah2 tempat bawa barang banyak. Rencananya kami akan mengambil simcard dari NTT Docomo  di post office bandara, yang mana kantornya buka jam 9. Teett pukul 9 tepat kami mencari post office yang kami sangka berada satu building dengan kami, ternyata oh ternyata post officenya ada di terminal 1. Setelah nanya petugas ditunjukkan untuk menuju terminal 1 dengan bus bandara. Nyampe terminal satu, pak Bos langsung ngacir kearah kirii nyari post office, udah nyampe ujung nggak ketemu, balik lagi ke pintu masuk, setelah nanya petugas langsung dianterin ke post office nya. Sumpah nanya kek dari tadi :@. FYI petugas di bandara jepang selalu standby, suka wara wiri, bisa ditanya kapanpun dan pasti akan dijelaskan dan ditunjukkan bahkan diantarkan. Thumbs.  Setelah simcard ditangan, kami balik lagi ke international terminal demi bisa naik kereta yang mana keretanya berangkat jam 10 (detik itu udah ngedumel nggak jelas sama pak Bos kenapa nggak dari tadi ambil simcardnya, kirain udah tau tempatnya jadi sini woles2 aja, kan jadi buru2). 
Entah mengapa tiba2 rencana berubah dari itinerary, yang tadinya mau langsung ke kota ini kami malah naik kereta menuju chichibu dengan perjalanan kereta 3 jam. Maksud dan tujuan ke chichibu adalah napak tilas anime Anohana. Sebenarnya  terdapat penyesalan yang mendalam karena rencana berubah, karena seharusnya kalo ke chichibu seharian dari pagii, ini malah start siangan. Jadi nggak bias ke cover semua tempatnya. Turun di stasiun seibu chichibu, tepat di depan stasiun ada tempat penyewaan sepeda. Tarif peminjaman satu sepeda 300 yen per dua jam. Di tempat persewaan penuh dengan anime anohana, dan kami juga diberi peta latar belakang anohana. Oiya tempat persewaannya tutup jam 4 sore yaa,, syarat nya cuma nunjukin passport ajaa. Sebenarnya di chichibu juga ad ataman, tapi karna udah kesorean jadi nggak sempet kesana. Sedih banget inii udah jauh2 ke chichibu tapi nggak maksimal eksplorenya L

stasiun transit menuju seibu chichibu

selama perjalanan, masih ada salju

pak Bos di depan stasiun seibu chichibu

Tempat penyewaan sepedaa

Anohana bridge

kuil di salah satu scene anohana

Pukul 5 sore kami balik ke Tokyo buat check in hostel dan istirahat. Nama hostelnya edo hostel di daerah Edo Tokyo Hostel. Review hostelnya berbentuk kapsul, bersih, nyaman, anggap rumah sendiri. Untuk mandi dan laundry pakai koin 100 yen, terdapat dapur minimalis (lemari es, beberapa peralatan makan, wastafel dan microwave sahaja).  

NB: untuk semua jadwal dan tarif kereta di seluruh jepang bisa cek di hyperdia.com