Berawal dari promo air asia tahun
lalu, dapetlah tiket Jakarta- Haneda seharga 1500K, dan Osaka – Jakarta 1700K,
berangkatlah kami ke Jepang tanggal 27 Maret – 8 April 2017
Karena tiket promo air asia jadi
nggak dapet bagasi n meal, cuma dapet jatah kabin 7kg. Biar nggak kelebihan
saat ditimbang di bandara kami sampe bela2in beli timbangan digital, dan
ternyata di soekarno hatta nggak ada penimbangan sama sekalii!! nyeseg rasanya,
tau gitu tas nya diisi penuh sama makanan fufuffuu.
Untuk menghemat biaya, kami memutuskan
ke bandara naik sepeda motor (tinggal di Jakarta Selatan), padahal kalo mau
naik damri tinggal ke pasar minggu (PP dua orang damri ke bandara estimasi 200
ribu, belum termasuk ongkos dari kostan ke damri). Naik sepeda motor untuk
bensin estimasi 40 ribu, dan biaya inap sepeda motor di bandara 5000/ hari.
Berangkat dari kostan sebelum
subuh, sampai di bandara pukul setengah 6, kami langsung sholat subuh di area
parkir bandara. Untuk sepeda motor yang menginap tempat parkirnya beda yaa
dengan sepeda motor yang tidak inap. Karena sudah check in online jadi kami
langsung masuk area imigrasi. Oiya untuk check in online air asia dengan
penerbangan transit fly thru, nanti langsung dapet 2 boarding pass. Jadi kami dapat boarding
pass JKT-KUL dan KUL-HND. Pesawat take off pukl 08.30 sampai di klia2 pukul
11.00, di klia 2 kami langsung menuju penerbangan antar bangsa, jadi tidak
perlu keluar imigrasi karena boarding
pass udah ditangan.
Menunggu penerbangan berikutnya
sampai jam 14.30 sambil makan siang. Di main building terdapat banyak lounge
namun tidak sesuai fungsi kebanyakan, lounge gym isinya tv yang nayangin
olahraga. Di lounge gym tempatnya lumayan nyaman, terdapat beberapa barisan
kursi dan tempat yang cukup luas untuk istirahat.
Sampai di haneda pukul 11 malam,
kemudian kami langsung menuju mushola yang berada di lantai 3. Untuk masuk ke
mushola harus meminta ijin terlebih dahulu kepada petugas melalui mikrofon yang
terdapat di sebelah pintu, saya sih cuma bilang, sumimasen, let me use pray
room please hha, setelah itu pintu akan terbukaa dan tertutup otomatis.
Penampakan praying room dengan air panas dingin.
Setiap beberapa menit sekali
pasti ada petugas yang datang untuk mengecek pray room, mungkin untuk
mengecek barang ketinggalan, keran air yang masih hidup atau ada orang tidur di
dalem apa enggak hahaa, dilarang tidur dan istirahat di dalam prayer room yaaa.
Setelah sholat, kami ngider
bandara untuk mencari spot tidur dan mie instan di Lawson yang ternyata nggak
ada yang halal. Sad. Padahal udah ngidam mie instan banget, saya sarankan untuk
bawa popmie dari Indonesia. Akhirnya nemu spot di lantai 1 yang masih ada kursi
kosong dan lumayan empuk untuk rebahan.
Pagi subuh Bandara udah ramai
bangettss, kami naik lagi ke lantai atas untuk sholat subuh. Untung cuma bawa day
pack jadi nggak repot pindah2 tempat bawa barang banyak. Rencananya kami akan
mengambil simcard dari NTT Docomo di
post office bandara, yang mana kantornya buka jam 9. Teett pukul 9 tepat kami
mencari post office yang kami sangka berada satu building dengan kami, ternyata
oh ternyata post officenya ada di terminal 1. Setelah nanya petugas ditunjukkan
untuk menuju terminal 1 dengan bus bandara. Nyampe terminal satu, pak Bos
langsung ngacir kearah kirii nyari post office, udah nyampe ujung nggak ketemu,
balik lagi ke pintu masuk, setelah nanya petugas langsung dianterin ke post
office nya. Sumpah nanya kek dari tadi :@. FYI petugas di bandara jepang selalu
standby, suka wara wiri, bisa ditanya kapanpun dan pasti akan dijelaskan dan
ditunjukkan bahkan diantarkan. Thumbs. Setelah
simcard ditangan, kami balik lagi ke international terminal demi bisa naik
kereta yang mana keretanya berangkat jam 10 (detik itu udah ngedumel nggak
jelas sama pak Bos kenapa nggak dari tadi ambil simcardnya, kirain udah tau
tempatnya jadi sini woles2 aja, kan jadi buru2).
Entah mengapa tiba2 rencana
berubah dari itinerary, yang tadinya mau langsung ke kota ini kami malah naik
kereta menuju chichibu dengan perjalanan kereta 3 jam. Maksud dan tujuan ke
chichibu adalah napak tilas anime Anohana. Sebenarnya terdapat penyesalan yang mendalam karena
rencana berubah, karena seharusnya kalo ke chichibu seharian dari pagii, ini
malah start siangan. Jadi nggak bias ke cover semua tempatnya. Turun di stasiun
seibu chichibu, tepat di depan stasiun ada tempat penyewaan sepeda. Tarif
peminjaman satu sepeda 300 yen per dua jam. Di tempat persewaan penuh dengan
anime anohana, dan kami juga diberi peta latar belakang anohana. Oiya tempat
persewaannya tutup jam 4 sore yaa,, syarat nya cuma nunjukin passport ajaa. Sebenarnya
di chichibu juga ad ataman, tapi karna udah kesorean jadi nggak sempet kesana. Sedih
banget inii udah jauh2 ke chichibu tapi nggak maksimal eksplorenya L
| stasiun transit menuju seibu chichibu |
| selama perjalanan, masih ada salju |
| pak Bos di depan stasiun seibu chichibu |
| Tempat penyewaan sepedaa |
| Anohana bridge |
| kuil di salah satu scene anohana |
Pukul 5 sore kami balik ke Tokyo buat
check in hostel dan istirahat. Nama hostelnya edo hostel di daerah Edo Tokyo
Hostel. Review hostelnya berbentuk kapsul, bersih, nyaman, anggap rumah
sendiri. Untuk mandi dan laundry pakai koin 100 yen, terdapat dapur minimalis (lemari
es, beberapa peralatan makan, wastafel dan microwave sahaja).
NB: untuk semua jadwal dan tarif kereta di seluruh jepang bisa cek di hyperdia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar