its not about destination

its not about destination
kamogawa river

Senin, 10 Juli 2017

BAckpackerMoon 12 Hari 6 Kota Jepang! part 1

Berawal dari promo air asia tahun lalu, dapetlah tiket Jakarta- Haneda seharga 1500K, dan Osaka – Jakarta 1700K, berangkatlah kami ke Jepang tanggal 27 Maret – 8 April 2017
Karena tiket promo air asia jadi nggak dapet bagasi n meal, cuma dapet jatah kabin 7kg. Biar nggak kelebihan saat ditimbang di bandara kami sampe bela2in beli timbangan digital, dan ternyata di soekarno hatta nggak ada penimbangan sama sekalii!! nyeseg rasanya, tau gitu tas nya diisi penuh sama makanan fufuffuu.
Untuk menghemat biaya, kami memutuskan ke bandara naik sepeda motor (tinggal di Jakarta Selatan), padahal kalo mau naik damri tinggal ke pasar minggu (PP dua orang damri ke bandara estimasi 200 ribu, belum termasuk ongkos dari kostan ke damri). Naik sepeda motor untuk bensin estimasi 40 ribu, dan biaya inap sepeda motor di bandara 5000/ hari.
Berangkat dari kostan sebelum subuh, sampai di bandara pukul setengah 6, kami langsung sholat subuh di area parkir bandara. Untuk sepeda motor yang menginap tempat parkirnya beda yaa dengan sepeda motor yang tidak inap. Karena sudah check in online jadi kami langsung masuk area imigrasi. Oiya untuk check in online air asia dengan penerbangan transit fly thru, nanti langsung dapet  2 boarding pass. Jadi kami dapat boarding pass JKT-KUL dan KUL-HND. Pesawat take off pukl 08.30 sampai di klia2 pukul 11.00, di klia 2 kami langsung menuju penerbangan antar bangsa, jadi tidak perlu keluar imigrasi karena  boarding pass udah ditangan.
Menunggu penerbangan berikutnya sampai jam 14.30 sambil makan siang. Di main building terdapat banyak lounge namun tidak sesuai fungsi kebanyakan, lounge gym isinya tv yang nayangin olahraga. Di lounge gym tempatnya lumayan nyaman, terdapat beberapa barisan kursi dan tempat yang cukup luas untuk istirahat.

Sampai di haneda pukul 11 malam, kemudian kami langsung menuju mushola yang berada di lantai 3. Untuk masuk ke mushola harus meminta ijin terlebih dahulu kepada petugas melalui mikrofon yang terdapat di sebelah pintu, saya sih cuma bilang, sumimasen, let me use pray room please hha, setelah itu pintu akan terbukaa dan tertutup otomatis. 

Penampakan praying room dengan air panas dingin.

Setiap beberapa menit sekali pasti ada petugas yang datang untuk mengecek pray room, mungkin untuk mengecek barang ketinggalan, keran air yang masih hidup atau ada orang tidur di dalem apa enggak hahaa, dilarang tidur dan istirahat di dalam prayer room yaaa.
Setelah sholat, kami ngider bandara untuk mencari spot tidur dan mie instan di Lawson yang ternyata nggak ada yang halal. Sad. Padahal udah ngidam mie instan banget, saya sarankan untuk bawa popmie dari Indonesia. Akhirnya nemu spot di lantai 1 yang masih ada kursi kosong dan lumayan empuk untuk rebahan.
Pagi subuh Bandara udah ramai bangettss, kami naik lagi ke lantai atas untuk sholat subuh. Untung cuma bawa day pack jadi nggak repot pindah2 tempat bawa barang banyak. Rencananya kami akan mengambil simcard dari NTT Docomo  di post office bandara, yang mana kantornya buka jam 9. Teett pukul 9 tepat kami mencari post office yang kami sangka berada satu building dengan kami, ternyata oh ternyata post officenya ada di terminal 1. Setelah nanya petugas ditunjukkan untuk menuju terminal 1 dengan bus bandara. Nyampe terminal satu, pak Bos langsung ngacir kearah kirii nyari post office, udah nyampe ujung nggak ketemu, balik lagi ke pintu masuk, setelah nanya petugas langsung dianterin ke post office nya. Sumpah nanya kek dari tadi :@. FYI petugas di bandara jepang selalu standby, suka wara wiri, bisa ditanya kapanpun dan pasti akan dijelaskan dan ditunjukkan bahkan diantarkan. Thumbs.  Setelah simcard ditangan, kami balik lagi ke international terminal demi bisa naik kereta yang mana keretanya berangkat jam 10 (detik itu udah ngedumel nggak jelas sama pak Bos kenapa nggak dari tadi ambil simcardnya, kirain udah tau tempatnya jadi sini woles2 aja, kan jadi buru2). 
Entah mengapa tiba2 rencana berubah dari itinerary, yang tadinya mau langsung ke kota ini kami malah naik kereta menuju chichibu dengan perjalanan kereta 3 jam. Maksud dan tujuan ke chichibu adalah napak tilas anime Anohana. Sebenarnya  terdapat penyesalan yang mendalam karena rencana berubah, karena seharusnya kalo ke chichibu seharian dari pagii, ini malah start siangan. Jadi nggak bias ke cover semua tempatnya. Turun di stasiun seibu chichibu, tepat di depan stasiun ada tempat penyewaan sepeda. Tarif peminjaman satu sepeda 300 yen per dua jam. Di tempat persewaan penuh dengan anime anohana, dan kami juga diberi peta latar belakang anohana. Oiya tempat persewaannya tutup jam 4 sore yaa,, syarat nya cuma nunjukin passport ajaa. Sebenarnya di chichibu juga ad ataman, tapi karna udah kesorean jadi nggak sempet kesana. Sedih banget inii udah jauh2 ke chichibu tapi nggak maksimal eksplorenya L

stasiun transit menuju seibu chichibu

selama perjalanan, masih ada salju

pak Bos di depan stasiun seibu chichibu

Tempat penyewaan sepedaa

Anohana bridge

kuil di salah satu scene anohana

Pukul 5 sore kami balik ke Tokyo buat check in hostel dan istirahat. Nama hostelnya edo hostel di daerah Edo Tokyo Hostel. Review hostelnya berbentuk kapsul, bersih, nyaman, anggap rumah sendiri. Untuk mandi dan laundry pakai koin 100 yen, terdapat dapur minimalis (lemari es, beberapa peralatan makan, wastafel dan microwave sahaja).  

NB: untuk semua jadwal dan tarif kereta di seluruh jepang bisa cek di hyperdia.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar